Jika Kita Memilih dengan Benar: Simulasi 10 Tahun Smart Fiscal Indonesia
Tiga skenario berbasis data empiris dan asumsi transparan. Bukan ramalan — tapi argumen kuantitatif bahwa pilihan fiskal hari ini menentukan di mana Indonesia berdiri di 2036.
⚠ MODEL ILUSTRATIF · Semua proyeksi dibangun dari koefisien studi empiris yang dicantumkan. Asumsi dapat diubah. Ini bukan forecast ekonometrik formal — ini argumen berbasis data yang lebih terukur dari kebijakan yang tidak punya baseline sama sekali.
Parameter Model
Ubah Asumsi, Lihat Hasilnya
Geser untuk menyesuaikan variabel kunci. Model akan merespons secara real-time.
0% = tidak ada realokasi · 100% = seluruh MBG dikonversi ke CapEx
Baseline saat ini ~55% (45% PKH diduga salah sasaran)
Hutan Papua yang Terancam (juta hektar, 2026–2036)
Ketahanan energi yang benar dimulai dari mengurangi permintaan, bukan mengganti sumbernya.
Status Quo (B50 + OpEx)
1.5 juta ha terdeforestasi
Smart Fiscal (transit investasi)
0.75 juta ha
Optimal (transit + kebijakan)
0.28 juta ha
Proyeksi deforestasi: Satya Bumi / Greenpeace (skenario konservatif B50, 2039) · Reduksi diasumsikan proporsional terhadap penurunan permintaan BBM akibat modal shift ke transportasi massal
04 · Ringkasan Perbandingan
Indikator
🔴 Status Quo
🟢 Smart Fiscal
🔵 Optimal
GDP growth rata-rata
5.1%
5.8%
6.5%
Defisit APBN 2036
2.9% PDB
2.1% PDB
1.4% PDB
Tax ratio 2036
10.5%
12.0%
14.5%
Hutan Papua terdeforestasi
1.5 jt ha
0.75 jt ha
0.28 jt ha
Akurasi bansos
~55%
75%
90%+
Kota dengan transit massal
1 (Jakarta)
3–4 kota
8–10 kota
Ruang fiskal jangka panjang
Menyempit
Stabil
Melebar
Sinyal ke investor asing
Tidak meyakinkan
Positif
Sangat kuat
05 · Transparansi Asumsi
Apa yang Menopang Model Ini
Transit → GDP
10% ↓ waktu tempuh = +0.44% GDP/county (Yu et al., 2020, China HSR). Frankfurt–Cologne HSR: +8.5% GDP sepanjang koridor (Ahlfeldt & Feddersen, 2018).
Tax ratio → fiskal space
IMF (2023): negara berkembang berpotensi naik 5–9pp melalui reformasi institusional. Indonesia 2025: 9.31% · ASEAN avg 13–15%.
DTSEN leakage
45% penerima PKH diduga tidak lagi memenuhi syarat (Mensos, 2026). Total bansos ~Rp 500T/thn. Penghematan proporsional terhadap peningkatan akurasi.
Deforestasi B50
Proyeksi 1.5 juta ha (Satya Bumi / Greenpeace, skenario konservatif 2039). Reduksi diasumsikan linier terhadap penurunan konsumsi BBM.
GDP baseline
BPS Q1 2026: 5.61%. Multiplier CapEx vs OpEx mengacu studi World Bank untuk ekonomi berkembang: 1.5x vs 0.8x.
Defisit trajectory
Baseline: keseimbangan primer sudah melampaui target sepanjang tahun di Q1 2026. OpEx berulang tanpa koreksi struktural diasumsikan mempertahankan tekanan.
"Pilih mana — bangun MRT, atau uangnya hilang lebih dari Rp 100 triliun setiap tahun karena macet?"
— Presiden Joko Widodo, IKN, Agustus 2024. Dua bulan sebelum lengser. Pertanyaan ini belum dijawab oleh yang mewarisinya.
Model ini bukan prediksi. Ia adalah argumen bahwa pilihan yang tampak mahal hari ini — realokasi, reformasi pajak, DTSEN yang jujur, transportasi massal — jauh lebih murah dari biaya diam yang akan dibayar selama sepuluh tahun ke depan.
Tak heran investor berpikir ulang. Serius nggak sih Indonesia?
Sumber data & koefisien: Yu et al. (2020) · Ahlfeldt & Feddersen (2018) · IMF Fiscal Monitor 2023 · World Bank, Investing in Public Transit (2022) · BPS Q1 2026 · Kemenkeu APBN KiTa Mei 2026 · Antara/Mensos Saifullah Yusuf (2026) · TomTom Traffic Index 2025 · Satya Bumi / Greenpeace (B50 deforestation projection) · IKPI / Pajakku (tax ratio Indonesia 2025–2026)
Grafis ini adalah bagian dari esai "Investasi yang Tidak Boleh Dipotong" di tulis.simei.uk