Tulis · Model Prediktif Fiskal · 2026–2036

Jika Kita Memilih dengan Benar:
Simulasi 10 Tahun Smart Fiscal Indonesia

Tiga skenario berbasis data empiris dan asumsi transparan. Bukan ramalan — tapi argumen kuantitatif bahwa pilihan fiskal hari ini menentukan di mana Indonesia berdiri di 2036.

⚠ MODEL ILUSTRATIF · Semua proyeksi dibangun dari koefisien studi empiris yang dicantumkan. Asumsi dapat diubah. Ini bukan forecast ekonometrik formal — ini argumen berbasis data yang lebih terukur dari kebijakan yang tidak punya baseline sama sekali.

Parameter Model

Ubah Asumsi, Lihat Hasilnya

Geser untuk menyesuaikan variabel kunci. Model akan merespons secara real-time.

0% = tidak ada realokasi · 100% = seluruh MBG dikonversi ke CapEx
Baseline saat ini ~55% (45% PKH diduga salah sasaran)
Baseline 2025: 9.31% · ASEAN avg: 13–15% · IMF potential: +9pp
Per tahun, dalam triliun rupiah. Dibandingkan MBG Rp 268T/thn

Pilih Skenario

Pertumbuhan Ekonomi Rata-rata
5.1%
Baseline
Koefisien: World Bank transit-GDP; IMF tax-growth · Baseline BPS Q1 2026: 5.61%
Defisit APBN 2036 (% PDB)
2.9%
Mendekati batas 3%
Baseline: defisit Mei 2026 = 0.7% PDB · Skenario OpEx tanpa koreksi struktural
Tax Ratio 2036
10.5%
Stagnan dari 9.31% (2025)
IMF: reformasi sistemik dapat menambah 5–9pp · Target Prabowo 2026: 12–13%
Penerimaan Pajak Tambahan (10 thn)
Rp 0
Tidak ada reformasi
Potensi tambahan dari kenaikan tax ratio dikalikan PDB Indonesia ~Rp 22.000T
Efisiensi Bansos (Penghematan/thn)
Rp 0
Tanpa perbaikan DTSEN
Baseline: 45% PKH salah sasaran · Total anggaran perlindungan sosial ~Rp 500T
Waktu Produktif Terselamatkan
0 jam
Per pekerja per tahun
Bandung: 129 jam/thn terbuang · China: 10% travel time↓ = 0.44% GDP↑/county

03 · Preservasi Hutan

Hutan Papua yang Terancam (juta hektar, 2026–2036)

Ketahanan energi yang benar dimulai dari mengurangi permintaan, bukan mengganti sumbernya.

Status Quo (B50 + OpEx)
1.5 juta ha terdeforestasi
Smart Fiscal (transit investasi)
0.75 juta ha
Optimal (transit + kebijakan)
0.28 juta ha
Proyeksi deforestasi: Satya Bumi / Greenpeace (skenario konservatif B50, 2039) · Reduksi diasumsikan proporsional terhadap penurunan permintaan BBM akibat modal shift ke transportasi massal

04 · Ringkasan Perbandingan

Indikator 🔴 Status Quo 🟢 Smart Fiscal 🔵 Optimal
GDP growth rata-rata 5.1% 5.8% 6.5%
Defisit APBN 2036 2.9% PDB 2.1% PDB 1.4% PDB
Tax ratio 2036 10.5% 12.0% 14.5%
Hutan Papua terdeforestasi 1.5 jt ha 0.75 jt ha 0.28 jt ha
Akurasi bansos ~55% 75% 90%+
Kota dengan transit massal 1 (Jakarta) 3–4 kota 8–10 kota
Ruang fiskal jangka panjang Menyempit Stabil Melebar
Sinyal ke investor asing Tidak meyakinkan Positif Sangat kuat

05 · Transparansi Asumsi

Apa yang Menopang Model Ini

Transit → GDP 10% ↓ waktu tempuh = +0.44% GDP/county (Yu et al., 2020, China HSR). Frankfurt–Cologne HSR: +8.5% GDP sepanjang koridor (Ahlfeldt & Feddersen, 2018).
Tax ratio → fiskal space IMF (2023): negara berkembang berpotensi naik 5–9pp melalui reformasi institusional. Indonesia 2025: 9.31% · ASEAN avg 13–15%.
DTSEN leakage 45% penerima PKH diduga tidak lagi memenuhi syarat (Mensos, 2026). Total bansos ~Rp 500T/thn. Penghematan proporsional terhadap peningkatan akurasi.
Deforestasi B50 Proyeksi 1.5 juta ha (Satya Bumi / Greenpeace, skenario konservatif 2039). Reduksi diasumsikan linier terhadap penurunan konsumsi BBM.
GDP baseline BPS Q1 2026: 5.61%. Multiplier CapEx vs OpEx mengacu studi World Bank untuk ekonomi berkembang: 1.5x vs 0.8x.
Defisit trajectory Baseline: keseimbangan primer sudah melampaui target sepanjang tahun di Q1 2026. OpEx berulang tanpa koreksi struktural diasumsikan mempertahankan tekanan.
"Pilih mana — bangun MRT, atau uangnya hilang lebih dari Rp 100 triliun setiap tahun karena macet?"

— Presiden Joko Widodo, IKN, Agustus 2024. Dua bulan sebelum lengser. Pertanyaan ini belum dijawab oleh yang mewarisinya.

Model ini bukan prediksi. Ia adalah argumen bahwa pilihan yang tampak mahal hari ini — realokasi, reformasi pajak, DTSEN yang jujur, transportasi massal — jauh lebih murah dari biaya diam yang akan dibayar selama sepuluh tahun ke depan.

Tak heran investor berpikir ulang. Serius nggak sih Indonesia?

Sumber data & koefisien: Yu et al. (2020) · Ahlfeldt & Feddersen (2018) · IMF Fiscal Monitor 2023 · World Bank, Investing in Public Transit (2022) · BPS Q1 2026 · Kemenkeu APBN KiTa Mei 2026 · Antara/Mensos Saifullah Yusuf (2026) · TomTom Traffic Index 2025 · Satya Bumi / Greenpeace (B50 deforestation projection) · IKPI / Pajakku (tax ratio Indonesia 2025–2026)

Grafis ini adalah bagian dari esai "Investasi yang Tidak Boleh Dipotong" di tulis.simei.uk