Neraca Yang Tidak Ditutup
0,76 persen PDB, kata Menkeu. Terkendali, katanya. Tapi bunga utang saja sudah melebihi surplus primer, dan 490 daerah tidak bisa menggaji pegawainya. Ada kebangkrutan yang tidak butuh gagal bayar untuk terjadi
0,76 persen PDB, kata Menkeu. Terkendali, katanya. Tapi bunga utang saja sudah melebihi surplus primer, dan 490 daerah tidak bisa menggaji pegawainya. Ada kebangkrutan yang tidak butuh gagal bayar untuk terjadi
Slide di panggung Harlah PKB menuliskan janjinya sendiri: pertumbuhan yang menghasilkan kesejahteraan merata, bukan penumpukan kekayaan. Janji itu bisa dihitung, dan angkanya sudah terbit. Esai ini tidak memakai kerangka dari luar.
Prabowonomics dibawa ke Davos, dipasang di panggung Harlah PKB, lalu ditolak namanya oleh pemiliknya sendiri. Yang jarang diperiksa adalah bentuk kelembagaannya: tiga kepala badan dalam empat belas bulan, satu koperasi yang berubah jadi kanal bansos, dan bunga utang yang menelan seluruh defisit.
Nadiem, Tom Lembong, Ira Puspadewi. Tiga vonis korupsi, dan di ketiganya hakim mengakui tidak ada keuntungan pribadi. Bukti yang meringankan diuji di persidangan, lalu diabaikan. Dua lalu dibebaskan lewat abolisi dan rehabilitasi presiden. Dunia sedang membacanya sebagai risiko.
Tahu bulat bukan sekadar fenomena viral. Ia adalah prototipe dari sistem yang menempatkan semua risiko di lapisan paling bawah, lalu menyebutnya kisah sukses UMKM.